Portrait Fotograph






Saya, Buay pemuka, bukan siapa-siapa juga bukan apa-apa.
Di sini saya hanya mencoba menuruti hasrat saya untuk sedikit berbagi dengan dunia saya, yg saya rekam di kamera dslr canon dan menjadi sebuah foto yg mungkin kalian lihat tak seberapa..
seperti judul blog saya. saya hanya sekedar membagi hoby saya di bagian fotografi.
saya berasal dari kota kecil di ujung kota palembang. tepatnya di okutimur sebut saja martapura.

saya hoby motret memang sudah dari SMP, seakan naluri saya bangkit kalo sudah mendengar dengan fotografi dan dunia seni baik itu multimedia dan manual. tepatnya dibagian design graphic.

dan sekarang saya lebih suka ke dunia fotografi, karena menurut saya semua yg kita lihat bisa kita abadikan dikamera, yg belum tentu akan terulang lagi momen itu, saya lebih suka motret orang, kenapa saya lebih suka kesana, Karena kalau motret orang itu orangnya bisa diajakin ngobrol gitu. Kalau motret apa, gelas gitu, gelasnya diajakin ngobrol gak bisa saya suka ngantuk. -_-


Beberapa point penting yang mungkin bisa saya sampaikan adalah;
  • memegang status fotografer itu mudah. cuma mengalungkan kamera dan membuat beberapa jepretan saja sudah membuat kita menjadi seorang fotografer. Yang berat itu adalah menyiapkan mental untuk menerima kritik dari hasil yang sudah kita anggap baik.

  • Yakinkan pada diri Anda bahwa dengan mempublish karya Anda di Internet, Anda harus menyiapkan mental dengan segala konsekwensinya. Ya dicuri orang, ya ditiru idenya ya dikritik dan lain-lain. Kalau tidak siap dengan itu semua, simpan saja file Anda di hardisk.
  • Pujian itu racun yang membuat Anda tidak berkembang dan malas belajar. Cari kritik sebanyak-banyaknya dan analisalah dengan bijaksana. Percayalah, Anda akan jauh lebih maju kalau Anda membiasakan diri dengan kritik dan memanfaatkannya untuk mengetahui dimana kelemahan Anda.
  • Jejaring sosial lebih banyak memberi Anda apresiasi palsu,menyenangkan dan cenderung membunuh kreatifitas Anda. Jangan terlena. !!


Membuat sebuah foto bagus dengan modal alat bagus akan cuma sampai pada titik kepuasan relatif yang belum mampu membuat seorang fotografer tidur nyenyak. Karena akan terus penasaran untuk membuat foto yang lebih bagus dengan alat yang lebih bagus dan lebih bagus. Akan jauh lebih membuat hati tentram saat sebuah foto bagus ditangkap dengan emosi positif dan modal HATI.

maka “Sejauh mana foto yang saya buat mampu membuat saya tersenyum puas?”

Digital Imaging (Photoshop) Tidak Haram. !
kenapa saya berani bilang gini?? ya alasannya simple kok, photoshop itu tidak mudah untuk mempelajarinya. butuh bertahun tahun untuk mengerti jenis software ini. yg memang paling tangguh kalo buat editing foto.

seringkali ada feedback yang menurut saya dangkal. Tapi bikin emosi juga. Seperti pada saat saya menulis quote seperti ini:
Saat Anda terlalu menyerahkan hasil akhir foto Anda pada Photoshop, Anda telah menghina kemampuan fotografi Anda sendiri

Atau ini;
Photoshop itu tidak haram, cuma akan sedikit menghambat perkembangan wawasan Anda soal fotografi.
Yang saya amati, di dunia media sosial banyak saya temui adanya pembedaan yang terlalu membatasi karya kreatif antara fotografi dan digital imaging. Beberapa orang yang idealis menganggap yang namanya fotografi ya fotografi. Kalau sudah dimasukkan ke editing bukan lagi fotografi.
Salah? tentu tidak ada patokan, Kalau mau fleksibel ya tentu lebih baik. Karena bagaimanapun yang namanya teknologi (digital imaging) diciptakan salah satunya dengan tujuan mempermudah fotografer untuk membuat hasil karya foto yang lebih baik. Tanpa Photoshop juga rasanya fotografer akan sulit mengelola foto.
Sayapun tidak mungkin bisa bekerja tanpa Photoshop. Hampir tidak ada foto karya saya yang keluar ke ranah publik tanpa ‘dibetulin’ dulu di software sakti ini. Minimal perbaikan level exposure, lebih minimal lagi untuk croping :)

mungkin itulah saja tentang saya dalam dunia fotografi. yang jelas saya suka jenis fortrait. karena enak aja kalo diliat. :D


 

 


Categories:

Leave a Reply